Tampilkan postingan dengan label Kisah Hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah Hidup. Tampilkan semua postingan

Renungan : "SETELAH SADAR SAYA MENJADI BANGGA"

Diambil dari Facebook Fans Page Ida Pedanda Gede Made Gunung

OM SWASTIASTU

Tulisan ini saya buat atas dorongan hati nurani saya, yang telah lama terpendam sebab saya tidak tau kemana dan kepada siapa saya harus menceritakan hal ini. Dengan perasaan yang amat ragu-ragu seperti terpaksa saya menulis perasaan ini hanya sebagai pelampiasan saja. Oleh karena itu saya mohon maaf kepada saudara saya yang sempat membacanya bila ada kata-kata saya nanti membikin tidak enak dalam perasaan saudara. 

Seperti judul di atas telah tergambar bahwa apa yang terurai nanti merupakan sebuah cerita yang menceritakan pribadi saya. Mungkin ada diantara pembaca yang bertanya; Kalau menceritakan soal pribadi kok dimuat disini? Nah sepanjang tidak ada undang undang yang melarang orang bercerita, mungkin masih bisa dikatakan tidak salah.

Hindu, Aku Kembali Padamu (3)


Lanjutan Dari :

Awal juli 2011 poeper memberitahuku sebentar lagi hari raya galungan dan kuningan. Perasaanku masih bimbang ikut apa tidak ya??? Tapi aku sudah ada niatan untuk membeli kebaya lagi meskipun entah nantinya akan aku buat apa, karena memang saat itu aku belum yakin sepenuhnya memilih hindu sebagai jalanku. Tepat tanggal 16 juli 2011, hari raya kuningan berlangsung. sebenarnya sebelumya sudah merayakan hari raya galungan 10 hari sebelum kuningan. Tapi aku berhalangan hadir.

Ini pertama kali aku mengikuti persembahyangan di pura giri nata dengan memakai kebaya yang aku beli sebelum hari raya galungan dan kuningan. Aku merasa percaya diri dengan kebaya yang aku pakai. Tapi jujur aku masih merasa bingung juga karena masih merasa belum terbiasa. Dan aku juga belum mendapat kepastian dari pilihanku.
Selang lima bulan kemudian, aku serasa benar-benar merasa Tuhan menyayangiku.

Aku serasa mendapat jawaban atas pencarianku selama ini, mungkin ini petunjuk bagiku agar aku bisa memantapkan hati untuk memilih keyakinanku. Tepat tanggal 08 oktober 2011 aku bermimpi, didalam mimpi tersebut aku serasa hendak masuk ke suatu pura seperti pura besakih karena puranya hampir menyerupai besakih. Aku berjalan menuju tempat di depan pintu pura , tiba-tiba ada ibu-ibu yang bertanya padaku ' dek mau sembahyang ya??? Aku menjawab ' sebenarnya saya ingin sembahyang bu tapi lupa tidak membawa pakaian adat' , karena dalam mimpiku aku masih mengenakan kaos warna putih dan jeans panjang. Saya turun dari tangga untuk kembali pulang mengambil pakaian adat.

Tiba-tiba arah yang aku tuju bukan kearah rumahku, tapi aku masuk di suatu tempat yang sedikit agak petang. Ternyata aku masuk di suatu rumah yang tak sengaja aku melihat ada lukisan dibingkai warna emas dengan gambar tokoh pewayangan 'SEMAR'(disebut sebagai Sang Hyang Ismaya, tokoh filosofi Jawa) yang background gambarnya berwarna merah. Aku lihat terus gambar semar itu, sampai aku merasa ada keanehan dengan gambar itu. Merasakan semar itu mau berbicara padaku, serasa ada sesuatu yang ingin disampaikan.

Hindu, Aku Kembali Padamu (2)

Tak terasa waktu berjalan begitu cepat sedangkan UAN (Ujian Akhir Nasional) akan berlangsung 1 bulan lagi. Hatiku terasa hampa ketika aku kehilangan rasa spiritualku, aku mulai kebingungan, aku merasa perlu perlindungan batin, perlu tempat mengadu. Aku merasa sudah melupakan Allah dalam waktu lama. Akhirnya aku kembali memutuskan untuk mau beribadah lagi, meskipun hati ini tak bisa menerimanya. Tapi berusaha iklas semata-mata untuk kelulusan ujianku. Tepat UAN berlangsung di bulan April, aku menyiapkan mental dan tenagaku untuk berusaha yang terbaik agar mendapatkan hasil sesuai harapanku. 1 minggu berlalu ujian nasionalku selesai, tinggal menunggu pengumuman 2 bulan lagi. Bagiku waktunya begitu lama.

Kembali ke hubuganku dengan poeper. Tak terasa hubunganku dengan poeper sudah berjalan 4 tahun. Sebelum pengumuman ujian nasional poeper meminta izin orang tuaku untuk mengajakku bertunangan. Aku merasa sudah siap untuk menjalani ikatan dengan poeper. Aku merasa poeper adalah orang yang tepat untuk menemani hidupku. Orang tuaku menyetujuinya mengingat hubunganku dengan poeper sudah berjalan lama, bagi orang tuaku tidak etis kalau hubungan ku dibiarkan terlalu lama kalau antara 2 belah pihak belum ada ikatan.

Tapi dilain sisi aku bisa merasakan keterpaksaan orang tuaku menerima poeper. Karena calon pasanganku kelak adalah non muslim. Harapan orang tuaku kalau bisa aku harus bisa membawa poeper menjadi umat muslim. Jujur aku sangat terbebani akan semua itu. Tapi aku berusaha sedikit melupakan apa yang dikatakan orang tuaku. Tepatnya 20 mei 2008 poeper mengajak orang tuanya untuk bertemu dengan orang tuaku. Hari itu aku sangat senang bercampur sedih. Tapi semua itu tak mengurangi kebahagiaanku dengan poeper.

Pengumuman UAN semakin dekat, semakin membuatku gelisah. Aku berusaha meningkatkan sholatku lebih giat lagi. Setiap malam aku sholat tahajud agar aku bisa lulus ujian nasional. Tapi entah apa yang aku lakukan sepertinya tidak mendapatkan kedamaian ataupun mendapatkan hidayah dari Allah. Semua ibadahku serasa hambar. Memasuki bulan ke 6 tepatnya 16 Juni 2008 hasil UAN ku di umumkan, aku melihat namaku terpampang di papan pengumuman. Namaku dinyatakan 'LULUS'. Aku sangat bersyukur sekali, hatiku begitu gembira. Tapi aku merasa apa yang kulakukan ini salah. Dalam hatiku 'apakah ketika aku mendapatkan suatu cobaan, aku baru ingat dengan Allah', 'ketika aku merasakan kebahagiaan aku melupakan Allah'. Rasa bersalah menyelimuti perasaanku. Tapi semua ini tak bisa kupikir secara logika, semuanya terasa janggal.

Hindu, Aku Kembali Padamu (1)

Cerita Ini saya ambil dari halaman FaceBook Hindu Bali

Link Aslinya bisa di buka disini

OM Swastiastu,

Selamat membaca..
---------------------------------------------------------------------------
Hindu, Aku Kembali Padamu
Oleh : Agustin Rike Yuani (https://www.facebook.com/rike.yuani)
02 Maret 2012
00.10 WIB
Om Swastyastu

Masih terlintas ketidakpercayaanku akan keyakinan yang aku jalani sekarang ini (hindu). Karena sejak kecil aku sama sekali tidak dibekali ajaran leluhur (hindu) karena semua keluargaku beragama islam. 20 tahun perjalanan hidupku menjadi seorang muslim (Agama pemberian orang tuaku). Sampai memasuki umur 21 tahun akhirnya aku benar-benar mendapat suatu petunjuk untuk meyakini bahwa hindu adalah jalan hidupku.
Sejak kecil diriku sudah dikenalkan dengan lingkungan yang mayoritas muslim tepatnya di Desa Kandangan Kediri Jatim. Apalagi rumahku tepat bedampingan dengan mushola. Daerahku juga dekat dengan area religius, pondok pesantren aliran NU (Nadhatul Ulama). Jadi tanpa ada rasa janggal ataupun aneh, karena aku sudah terbiasa dengan lingkungan tersebut.

Aku dibesarkan dari 3 bersaudara. Kakakku perempuan sedangkan adikku laki-laki. Aku anak nomor 2 dari 3 bersaudara. Aku dan kakakku selisih 3 tahun sedangkan dengan adikku, aku selisih 4 tahun. Orang tuaku menganggap aku adalah anak yang paling manja dari saudaraku yang lain. Aku terbiasa hidup bersama kedua orang tuaku, memang sejak kecil aku yang paling dapat perhatian lebih di banding saudaraku yang lain. Mungkin bertepatan orang tuaku tidak terlalu sibuk dengan pekerjaannya. Kakakku lebih dekat dengan nenekku, sedangkan adikku terbiasa dekat dengan budhe ku. Jadi ke-2 saudaraku lebih bisa mandiri dibandingkan aku. Aku begitu sangat dekat dengan orang tuaku. Mungkin dari situlah kepribadianku sedikit demi sedikit terbentuk menjadi anak yang manja. Serasa ingin diperhatikan dan sangat sensitif.